Sabtu, 09 Oktober 2010

ISD Sebagai Salah Satu MKDU

A. ISD Sebagai salah satu MKDU

ILMU DASAR SEBAGAI KOMPONEN MATA KULIAH DASAR UMUM

Menghadapi masalah-masalah dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, demikian pula untuk memenuhi tuntunan masyarakat dan negara, maka diselenggarakan program-program pendidikan umum. Tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi adalah:

1. Sebag ai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu beperan sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama.

2. Untuk menunmbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan sisal yang timbul di dalam masyarakat Indonesia.

3. Memberikan pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mampu berpikir secar interdisipner.

Pendidikan umum yang diselenggarakan oleh universitas dan intitu kemudian di kenal dengan mata kuliah dasar umum MKDU yg terdiri dari beberapa mata kuliah, yaitu: 1) Agama, 2) Kewarganegaraan, 3) Pancasila, 4) kewiraan, 5) IBD dan 6) ISD.

Ilmu sosial dasar adalah salah satu mata kuliah umum yang merupakan matakuliah wajib yang di berikan di perguruan tinggi negri maupun swasta. Tujuan di berikannya mata kuliah ini adalah semata-mata sebagai salah satu usaha yang diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat peduli terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi dan dapat memecahkan masalah.

LATAR BELAKANG, PENGERTIAN DAN TUJUAN ISD

Latar belakang diberikannya ISD adalah banyaknya kritik yang di tunjukkan pada sistem pendidikan kita oleh sejumlah orang atau kelompok. Mereka menganggap sistem pendidikan kita berbau colonial, dan masih merupakan warisan sistem pendidikan Pemerintahan Belanda, yaitu kelanjutan ari politik balas budi. Sistem ini bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga terampil untuk menjadi “tukang-tukang” yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, perdagangan, teknik dan keahlian lain, dengan tujuan ekspoitasi kekayaan Negara.

Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri dari:

1. Kemampuan akademis; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisi dan dapat berpikir logis, kritis, sistematis, dan analistis.

2. Kemampuan Profesional; adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan.

3. Kemampuan personal; adalah kemampuan kepribadian.

ISD, sebagai bagian dari MKDU, mempunyai tema pokok yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. ISD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang keahlian untuk menanggapi masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu mata kuliah umum, ISD bertujuan membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, dan ciri-ciri kepribadian yang di harapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lainnya.

Ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu:

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince). Ilmu ini bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah.

2. Ilmu-ilmu sosial ( sosial scince). Ilmu ini bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.

3. Pengetahuan budaya ( the humanities). Ilmu ini bertujuan memahami dan mecari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.

Kehidupan manusia sebagai mahluk sosial selalu dihadapkan kepada masalah sosial yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dari hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya.

Yang membedakan masalah sosial dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial selalu ada kaitannya dengan hubungan-hubungan manusia itu terwujud. Pengertian masalah sosial memiliki dua pendefinisian: pertama menurut umum yang berarti segala sesuatu yang menyangkut kepentingang umum adalah masalah sosial. Dan menurut para Ahli, masalah sosial adalah suatu kondisi yang terwujud dalam masyarakat yang bersasarkan atas studi, mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.

Sebagai contoh pedagang kaki lima. Menurut definisi umum, pedagang kaki lima bukan masalah sosial karna merupakan upaya mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya, dan pelayanan bagi warga masyarakat pada taraf ekonomi tertentu. Sebaliknya para ahli perencanaan kota menyatakan pedagang kaki lima sebagai sumber kekacauan lalu lintas dan peluang kejahatan. Yang dapat di artikan bahwa masalah sosial adalah suatu kondisi yang mempunyai pengaruh kepada kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagi suatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai, oleh karna itu dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.

B. Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

PENDAHULUAN

Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang peraturannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut.

Penduduk, dalam pengertian luas diartikan sebgai kelompok organisme sejenis yang berkembang baik dalam suatu daerah tertentu.

Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karna memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya.

Sedangkan kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefenisikan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Ini berarti masyarakat terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karna penduduk. Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggual, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.

Dapat disimpulkan bahwa penduduk, masyarakat, dan kebudayaan mempunyai keterkaitan.

DINAMIKA PENDUDUK

Dinamika penduduk menunjukan adanya faktor perubahan dalam hal jumlah penduduk yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan penduduk. Penduduk bertambah tidak lain karna adanya unsur lahir, mati, datang dan pergi dari penduduk itu sendiri. Karna keempat unsur tersebut maka pertambahan penduduk dapat dihitung dengan cara : pertambahan penduduk = ( lahir – mati ) + ( datang – pergi ). Pertambahan penduduk alami karena di peroleh dari selisih kelahiran dan kematian. Unsur penentu dalam pertambahan penduduk adalah tingkat fertilitas dan mortalitas.

Untuk memproyeksikan penduduk dapat di hitung dengan menggunakan rumus beriku :

Pn = (1 + r) ⁿ × Po

Pn = jumlah penduduk yang dicari pada tahun tertentu ( proyeksi penduduk)

r = tingkat pertumbuhan penduduk dalam prosen

ⁿ = Jumlah dari tahun yang akan diketahui

Po = jumlah penduduk yang diketahui apa tahun dasar

KOMPOSISI PENDUDUK

Dengan mengetahui komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, dapat disusun/dibuat apa yang disebut piramida penduduk, yaitu grafik susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu dalam bentuk pyramid. Golongan laki-laki ada disebelah kiri dan perempuan disebelah kanan. Garis aksinya (vertical) menunjukan interval umur dan garis horisontalnya menunjukan jumlah atau prosentasi.

Bedasarkan komposisinya piramida penduduk dibedakan atas :

- Penduduk Muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian.

- Bentuk piramida stasioner, disini keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan lanjut usia seimbang, pyramida penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan penduduk suatu negara.

- Piramida penduduk tua, yaitu piramida penduduk yang menggambarkan penduduk dalam kemunduran, pyramida ini menunjukan bahwa penduduk usia muda jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa.

PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Pengertian kebudayaan banyak sekali di kemukaan oleh para ahli. Salah satunya adalah Selo Soermardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Dari pengertian tersebut menunjukan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan arti pengetahuan manusia sebagai mahkluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memnuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri. Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya unsur kebubudayaan yang umumnya dipericnci menjadi 7 unsur yaiut :

1. Unsur religi

2. Sistem kemasyarakatan

3. Sistem peralatan

4. Sistem mata pencaharian hidup

5. Sistem bahasa

6. Sistem pengetahuan

7. Seni

Bertitik tilah dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :

1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya.

2. Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusua dalam masyarakat

3. Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia.

PRANATA SOSIAL DAN INSTITUSIONALISASI

Untuk menjaga agar hubungan anatar anggota masyarakat dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka didalam masyarakat dibedakan adanya : cara atau “usage” kelaziman (kebiasaan) atau “folkways” tata kelakuan atau “mores”, dan adat istiadat “costom”.

Usage menunjukan pada suatu bentuk perbuatan, kekuatan mengkatnya sangat lemah bila dibandingkan dengan folkways. Usage lebih menonjol didalam hubungan atar individu didalam masyarakat.

Folkways diartikan sebagai perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama, yang diikutinya kurang berdasarkan pelikiran dan mendasarkan pada kebiasaan atau tradisi; yang diterjemahkan dengan kebiasaan. Kekuatan pengikatnya lebih besar dari usage.

Apabila folkways ini diterima masyarakat sebagai norma pengatur, maka kebiasaan ini berubah menjadi mores atau tata kelakuan. Mores diikuti tidak hanya secara otomatis kurang berpikir, tetapi karna dihubungkan dengan suatu keyakinan dan perasaan yang dimiliki oleh anggota masyarakat. Mores ini disatu pihak memaksakan perbuatan dan dilain pihak melarangnnya tata kelakuan yang kekal dan kuat integritasnnya dengan pola-pola prilaku masyarakat, dapat meningkat kekuatan mengikatnya menjadi costom, atau adat istiadat. Anggota masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat akan menrima suatu sangsi yang tegas.

Dr. Koentjaringrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu :

1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan.

2. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup

3. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia

4. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan

5. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebuthuan ilmiah

6. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan

7. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok

8. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar